Selasa, 11 Februari 2014

Berbagi Ilmu Yuk..

Siang hari yang di selimuti hawa panas ini, tenyata masih menaruh sebuah harapan untuk tetap bersemangat menjalani studi di awal semester empat ini. Tentunya tidak berhenti di semester ini saja semangat dan belajarnya, banyak petualangan yang telah menanti di semester berikutnya.

Di awal semester ini tepatnya dimulai hari Senin kemarin pada tanggal 10 Februari 2014 akhirnya telah Aku putuskan untuk lebih mengsatabilkan intensitas belajar dan tetap bersemangat. Kemudian doa yang tidak lupa teriring dalam setiap usahaku ini insya Allah.  

Hari ini, Aku termotivasi untuk blogging lagi, tepatnya ketika ada saran yang dilontarkan oleh dosen ku ketika kuliah tadi pagi di mata kuliah “Pelengkapan Sistem Tenaga Listrik”. Intinya itu, mencoba untuk berbagi apa yang sudah kita dapat pada mata kuliah yang dipelajari. Namun di share melaui blog atau media sosial lainnya. Karena selain akan bermanfaat pada pengguna sosial media kita nantinya juga akan punya artikel yang bisa diabadikan dan tentunya bisa buat belajar sewaktu – waktu.

Nah, mulai hari ini semoga bisa terealisasi apa yang bisa Aku share di blog ini. Semoga bisa konsisten dan mohon dukungannya ya. J

Kamis, 06 Februari 2014

Berproses dalam Hidup

Kehidupan adalah karunia Tuhan terhadap siapa yang diberi hidup. Hidup menjadi sebuah kesempatan bagi manusia untuk bisa merasakan dunia yang fana ini. Sepatutnya kita bersyukur kepada yang memberi hidup. Percayalah, ada banyak hal yang bisa kita dapatkan di kesempatan hidup ini. Namun hidup tak sekedar hidup....

Perasaan tak bisa berbohong ketika hidup yang telah kita jalani terhambat oleh lelah, kecewaan, keterbatasan waktu, ketakutan dan lain sebagainya. Jalan ini adalah pilihan, pilihan yang berimplikasi pada tujuan akhir dari jalan tersebut. Memang benar tak semudah itu melawati kehidupan ini. Berbagai rintangan hidup telah siap menghadang untuk menguji ketahan kita sebagai petualang hidup yang menginginkan tujuan tercapai. Melihat realita hidup, perlu kita sepakati jika tak selamanya proses dalam menjalani hidup ini penuh dengan kenyamanan. Ketidaknyamanan seperti ketakutan, kewaspadaan dan rasa lelah seperti itu lah yang akan mewarnai indah kehidupan manusia. Kalaupun hal ini menjadi halangan, manusia tetap harus menghadapinya. Itulah yang nantinya akan menjadi suatu  kenikmatan dalam pencapain proses hidup. Sungguh akan terasa hambar ketika menjalani hidup tanpa halang rintang yang menghadang.

Selayaknya manusia mampu melewati halang rintang yang menjadi cobaan dalam hidup. “Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hambanya”. Semua kembali pada kita sebagai manusia, mau atau tidak dalam menjalani dan menghadapi proses hidup ini. Beranjaklah dari keterpurukan yang masih menghentikan langkah berproses dalam hidup ini, dan ucapkan “bismillahirrahmanirrahim” untuk meneguhkah pendirian dalam proses kehidupan ini.

                                        
                                                                  Secret room – Wonosobo, 5 Februari 14

                                                                                

Rabu, 05 Februari 2014

Nafsu -- Boros ?



                                     Bismillahirrahmanirrahim

             Jikalau manusia tak tercampuri oleh nafsu, apalah arti hidup ini. Tak elok kedengarannya ada manusia tanpa nafsu. Hewan saja punya nafsu. Nafsu membunuh, nafsu makan, nafsu minum dan lain – lain. Persoalan yang saya rasakan kali ini adalah tentang “financial”. Status pelajar/mahasiswa ini memudahkan akses kontribusi orang tua terhadap financial hidup saya di kota orang ini. Bahkan sebenarnya tak terbesit kata “korupsi” ataupun memanfaatkan akses financial yang bisa saja, saya berbohong ini itu untuk kesejahteraan hidup saya di kota yang jauh dari pengawasan orang tua. Sungguh tak akan kudustakan tetesan keringat orang tua hanya untuk kesenangan diri saya sendiri. Namun persoalannya adalah ketidakbijakan saya dalam mengatur financial ini, sebenarnya sudah mulai terbesit rasa malu minta ini itu kepada orang tua walaupun memang masih menjadi tanggung jawab mereka. Tapi ini juga bukan merupakan akses kita untuk memanfaatkan orang tua karena kita masih menjadi tanggung jawab mereka. Mungkin kata “boros” yang tepat untuk persoalan saya ini, bagaimanapun ada korelasinya antara nafsu dan boros. Nafsu ingin beli ini itulah yang akan merogoh saku dari jatah yang sudah dikontrakan antara orang tua dan anak, yang akhirnya si anak meminta kurang. Begitulah saya saat ini. Mungkin saya tahu bagaimana persoalan ini harus diatasi – dengan membendung keinginan/nafsu. Tapi ya.. kadang sulit diaktualisasikan kalau hanya menahan itu sendiri tanpa ada saran dari keluarga atau kerabat. Mungkin saran juga akan mempermudah saya mengatur keinginan ini. Semoga itu membatu, amiin. Ogh ya mungkin saya perlu membayangkan bagaimana nikmatnya sensasi membendung keinginan/nafsu ingin beli ini itu layaknya menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan. Kemenangan dan kenikmatan akan tercapai pada akhirnya jika kita sabar menahan godaan – godaan syetan tersebut. Rasakan sensasi beli sesuatu dengan hasil tabungan sendiri dari pada merogoh uang orang tua. Tulisan ini yang nantinya menjadi omelan – omelan dalam rekonstruksi hidup ini. Amiiin..



at Barokah’s Boarding

Jumat, 03 Januari 2014

Target of Life

02/01/14
bismillahirrahmanirrahim

“Kebebasan”

Sebuah kata yang tidak seharusnya dibiarkan saja dalam kehidupanku ini. Membiarkan, sama hal nya dengan merelakan semua yang terjadi begitu saja tanpa memaknai arti suatu kehidupan yang seharusnya ditempuh, diperjuangkan, dan diabadikan dalam memori untuk sebuah track of life.

At the time, seseorang memperlihatkan ulasan – ulasan target dilembar pertama memonya yang dibeli di akhir tahun 2013 bersama ku. “Wow” kata ku. That’s all, ku batinkan komentar pada diriku sendiri mengenai sodoran memo itu.  Kuakui “memo ini membuka kesadaran ku yang sesaat terbelenggu oleh kebebasan”. Terima kasih untuk pertemuan hari itu.

Peices of Discussion with Farras Fadhil S, Dinda Indah R, Suchy Febriyani

Thanks for coming at UMY’s canteen

Senin, 15 April 2013

Ku Kisahkan untuk mu "SOBAT"

Terpetiklah bagaikan buah atas hikmah - hikmah yang terdapat dalam kisahku ini. Kisah - kisah yang insyaAllah akan termuat dalam blog ini, semoga dalam release per bulannya bisa konsisten. Amin, berikut kisah - kisahnya :

1. KERAGUANKU menjadi KERUGIANKU
2. COBAAN adalah Percepatan Kualitas Diri
3. Ahlan wa Sahlan yaa Jibril
4. ..............
..................

Nantikan ya hihihi..

Kamis, 21 Maret 2013

The Environment of Campus


EXPECTATION TO THE NEW RECTOR 

For the time being, University of Muhammadiyah Yogyakarta has become one of the greatest Private University in Indonesia. The acreditation of UMY is “A”. It means that UMY has got great image in the eyes of society and optimistically can attract many people to continue their study at UMY. Nowadays, the rector of campus has been changed. The old rector is Mr. Dasron Hamid. His position now is already substituted by Mr. Bambang Cipto. He has capabality as good as Mr. Dasron Hamid.

As the successor of the old rector, Mr. Bambang Cipto has alot of visions and missions to enggage and evolve this univeristy. As students, we have not got really tangible advantages of this new rector because he’s just sit in the new position. That’s why personally I have alot of expectations towards this new rector. At first, I would like to give my points of expectation generally. Among other things : 1. Evolving the educational system of university. 2. Keeping the environment clean and healthy.

Well, let me give you the further explanation and description toward my points of expectation. First of all, it is regarding the evolvement of educational system at university. We know that, this university has a few faculties such as faculty of social and political science, faculty of engineer, faculty of agriculture, and many others. Take a look at the internal system, It starts with Schedule, we know that every single subject has already been regulated by the system. Take for example: The subject of international relations issues on Tuesday at 9 a.m. It means that we will have a class at that time. The problem is the lecturer often come late meanwhile the students come at punctual time. It will create unsatisfaction to students. This feeling will decrease the spirit and motivation of students. As an expedient rector, you should suggest and even warn them (the lecturers) so that they will not come late anymore. We have to eradicate and annihilate the old perception of Indonesia that “Time is rubber”. Accrodingly we will have an efficient time management. It’s still regarding the schedule, the lecturer often change and make up the schedule at will. Whereas the system has determined. That’s why there are many students complain about it. The students actually have already managed their own schedule for every single subject. So, if the lecturer change and substitute it, it will crush another subject’s schedule and students will have a great anxiety toward this and it will intrude the students’ concentration. That’s why I expect the new rector could minimize it.

Second of all, it is regarding the environment. Goes directly to the problem is that our whole environment is not clean and healthy. As an evidence, take a look at canteen of social and political faculty. There are enormous students smoking there. Whereas the university has rule to prohibit smoking in the campus area. But, unfortunately it is really  useless because the students are still smoking at will. So, what I’m expecting to the new rector is that “Enforcing the rule”. How do we actualize it? Surely by giving a reward and punishment. If students obey the rule, give a reward. But if students break the rule, give a hard punishment. Because the punishment will create “dittern effect” not only to the actors but also for all students not to smoke anymore. On implementing it, there should be several observers at certain places which are very vulnerable to smoke such as canteen, loby, and so forth. I am very optimistic that there will be no students smoke anymore and the environment will be clean and healthy.

Created by Muhammad Dedy Yanwar
                  International Relation of UMY 2012
          

Senin, 25 Februari 2013

Musyawarah Wilayah

Congratulation and be Success for Musyawarah Wilayah
The Association Student of Muhammadiyah
Central Java, Indonesia