Rabu, 05 Februari 2014

Nafsu -- Boros ?



                                     Bismillahirrahmanirrahim

             Jikalau manusia tak tercampuri oleh nafsu, apalah arti hidup ini. Tak elok kedengarannya ada manusia tanpa nafsu. Hewan saja punya nafsu. Nafsu membunuh, nafsu makan, nafsu minum dan lain – lain. Persoalan yang saya rasakan kali ini adalah tentang “financial”. Status pelajar/mahasiswa ini memudahkan akses kontribusi orang tua terhadap financial hidup saya di kota orang ini. Bahkan sebenarnya tak terbesit kata “korupsi” ataupun memanfaatkan akses financial yang bisa saja, saya berbohong ini itu untuk kesejahteraan hidup saya di kota yang jauh dari pengawasan orang tua. Sungguh tak akan kudustakan tetesan keringat orang tua hanya untuk kesenangan diri saya sendiri. Namun persoalannya adalah ketidakbijakan saya dalam mengatur financial ini, sebenarnya sudah mulai terbesit rasa malu minta ini itu kepada orang tua walaupun memang masih menjadi tanggung jawab mereka. Tapi ini juga bukan merupakan akses kita untuk memanfaatkan orang tua karena kita masih menjadi tanggung jawab mereka. Mungkin kata “boros” yang tepat untuk persoalan saya ini, bagaimanapun ada korelasinya antara nafsu dan boros. Nafsu ingin beli ini itulah yang akan merogoh saku dari jatah yang sudah dikontrakan antara orang tua dan anak, yang akhirnya si anak meminta kurang. Begitulah saya saat ini. Mungkin saya tahu bagaimana persoalan ini harus diatasi – dengan membendung keinginan/nafsu. Tapi ya.. kadang sulit diaktualisasikan kalau hanya menahan itu sendiri tanpa ada saran dari keluarga atau kerabat. Mungkin saran juga akan mempermudah saya mengatur keinginan ini. Semoga itu membatu, amiin. Ogh ya mungkin saya perlu membayangkan bagaimana nikmatnya sensasi membendung keinginan/nafsu ingin beli ini itu layaknya menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan. Kemenangan dan kenikmatan akan tercapai pada akhirnya jika kita sabar menahan godaan – godaan syetan tersebut. Rasakan sensasi beli sesuatu dengan hasil tabungan sendiri dari pada merogoh uang orang tua. Tulisan ini yang nantinya menjadi omelan – omelan dalam rekonstruksi hidup ini. Amiiin..



at Barokah’s Boarding

0 komentar:

Posting Komentar